10 Februari 2011

Fanfic ???? just some geje stories XD [3]


We’re home !!!!


Author : Kanna
Fandom[s] : the GazettE, Vistlip, ScReW
Cast[s] : Kanna, Ruki, Yuh, Byou
Chapie[s] : one shoot

Last Edited : 4 February 2011

kalo pusing liat sini dulu

Pagi ini Ruki, Yuh dan Byou terkejar waktu. Mereka berusaha untuk memperkecil waktu yang dibutuhkan untuk sampai tepat pada waktunya di kantor managermen mereka pada jam 7 pagi.

Ruki : “hei, tak sopan kamu mendahului yang tertua”
Byou : “biar saja. Kamu ini kan sudah kakek-kakek jadi lambat, disambet deh ma yang muda”
Yuh : “iii……uda deh kak, jam brapa ni. Mau bareng gak ???”
Ruki : “oke, kamu tunggu dimobil aja dulu, Yuh” Yuh pun menuruti apa kata kakaknya dan menghampiri garasi. Cepat byou kembali kekamarnya dan mengambil sesuaut yang tertinggal. Tiba-tiba adiknya datang dengan piyama tidur masih tertempal ditubuhnya.

Kanna : “NiiSan mau pergi sekarang ????” ucapnya tiba-tiba. Ruki menoleh.
Ruki : “iya, maaf Kanna, NiiSan tak bisa menemanimu ketaman hari ini, NiiSan terburu-buru”
Kanna : “tapi…ini hari libur……………”
Ruki : “iya, baiklah lain kali saja yah. Sepertinya minggu ini NiiSan tidak ada waktu untukmu”
Kanna : “o…okedeh…………………” sebelumnya Kanna sempat tersentak saat kakak paling tuanya itu mengucapkan kata ‘tak ada waktu untukmu’ tetapi kali ini Kanna menurut apa kata kakaknya dan berjalan kearah teras rumah. Ruki tampak melihat Kanna sekejap dan kembali membereskan barang-barangnya.

Yuh sibuk dengan mobilnya kali ini yang sedikit mogok dan sempat kesal dengan tersendaknya waktunya yang benar-benar sedikit. Kanna mendekatinya hati-hati.
Kanna : “NiiSan juga akan pergi sekarang ??”
Yuh : “oh, Kanna. Iya aku sangat terburu-buru kali ini. Maaf Kanna jangan menghalangi cahayanya”
Kanna : “k- kalian akan pulang malam ???”
Yuh : “begitulah, na sekarang bantu Ruki NiiSan saja yah, aku sangat terburu-buru”
Kanna : “b- baiklah………………” lagi-lagi Kanna mengenyahkan diri dari kakaknya. Dan yang tak diketahui Yuh adalah sifatnya yang sebenarnya terlalu kasar pada adiknya itu. Ruki padahal sudah ada disampingnya saat Kanna kembali masuk kedalam rumah.

Yuh : “loh, udah selesai ??”
Ruki : “udah, dari tadi. Bisa jalan nggak ??“
Yuh : ”bisa kok, cuma kurang oli aja. Nanti aja ditambahnya, kalo ada tukang di kantor”
Ruki : “oh, tadi Kanna kemari ???”
Yuh : “yah, begitulah. Yasudahlah cepat panggil Byou”
Ruki : “sebentar lagi juga turun”

Meskipun Yuh mengatakannya dengan cuek, tetapi sebenarnya dia sangat berat saat memikirkan apa yang dikatakannya tadi pada adik bungsunya itu. Sepertinya aku terlalu kasar, batinnya menggumam saat mengingat ekspresi Kanna yang benar-benar hancur.

Kanna : “Byou NiiSan ?????”
Byou : “tunggu napa sih Yuh, lirikku hilang nih !!!!” Byou fikir yang ada didepan pintunya itu adalah Yuh.
Kanna : “Byou NiiSan…kata Ruki NiiSan……cepet…”
Byou : “oh, Kanna yah. Bisa carikan kertas berwarna krem dimeja itu ???” Kanna menurutinya. Tetapi ia tidak kearah meja yang ditunjuk Byou, Kanna menghampiri kasur Byou yang masih berantakan dan mengambil sesuatu dibawahnya. Lirik-lirik yang Byou buat.

Kanna : “ini yang NiiSan cari ???”
Byou : “oh, dimana ??? kok aku sendii nggak nyadar yah”
Kanna : “Kanna tau, Byou NiiSan selalu meletakkan benda yang nantinya pagi hari harus NiiSan bawa dibawah bantal. Supaya tidak lupa” Kanna menyerahkan tumpukan kertas dengan tanpa ekspresi sedikitpun.
Byou : “oh, begitu yah. Kok kamu nggak ngerasa begitu ??? ya sudah aku pergi ya !!!!!” Byou hendak pergi saat Kanna memanggilnya lirih.

Kanna : “NiiSan……………………………!!!!”
Byou : “apa ???”
Kanna : “kalian akan pulang jam berapa ??? berangkatnya pagi sekali”
Byou : “mungkin akan malam. Yasudah aku pergi dulu yah, Jaa nee !!!!”
Kanna : “jaa nee…………………………………” Kanna melambaikan tangannya lemah. Tak sedikitpun bergairah melambaikan tangannya.

Dan akhirnya setelah Yuh berhasil membenarkan sementara mobil mereka. Serempak mereka pergi menjauh dari rumah mereka dan menghiraukan tatapan lirih seseorang yang melihat kepergian mereka dijendela rumah.

===***===

Ruki menghempaskan tubuhnya disofa setelah shooting PV terbarunya bersama bandnya. Lelah, kata itulah yang sangat ingin diteriakan saat ini. Hanya saat seperti ini dia sangat ingin meneriakan kata ini. Diambilnya sebotol air mineral yang ada ditasnya. Sebenarnya dia tak tau siapa yang memasukan itu ditasnya. Tapi hatinya membisikinya bahwa yang memasukan air mineral itu adalah Kanna. Dia kembali mengenang Kanna, sebelumnya meski dia dan Kanna berkejaran ditaman sampai seharianpun dia akan tetap berusaha menangkap adiknya yang cukup cepat itu, tetapi kali ini hanya bernyanyi dan melakukan self-service dalam waktu kurang lebih 10 jam saja dia sudah sangat kelelahan, itupun dengan beberapa waktu break yang cukup banyak. Dan naasnya hasil dari PV yang dihasilkannya hanya berdurasi 6 menit lebih <<<PLEDGE>>>. Huft dia jadi rindu adiknya itu. Diapun merogoh ponsel yang ada disakunya saat dia merasakan getaran disakunya. Sebuah mail. Dan alangkah terkejutnya Ruki saat mail itu merupakan mail yang sama yang dikirimkan Kanna beberapa jam yang lalu.

Kanna’s mail : “Ruki NiiSan dimana ??? kapan pulangnnya ???” hanya mail itu yang Ruki lihat saat membuka 27 mail yang ada. Bebrapa misscallpun masuk dikontak ponselnya dan sama. Dari Kanna yang sama sekali tak terangkat oleh Ruki. Ruki terenyuh. Dia baru menyadari dia sangat menelantarkan adiknya itu tanpa sentuhan lembutnya. Ruki tau sebenarnya Kanna adalah anak yang tomboy dan tegar tetapi anak itu memang masih mempunyai sisi keKannak-Kannakan yang masih cukup tertempel kuat padanya. Dan dia Ruki sendiripun sangat merindukan kebersamaannya pad adiknya tersebut.

Ruki : “Kai-kun !!!!!! aku pulang duluan yah !!!”
Uruha : “loh, mau kemana Ru !! bukannya kita mau ke game centre bersama !”
Ruki : “tidak, aku ada janji penting !!”
Aoi : “hoo…….bersama wanita ya…”
Ruki : “begitulah”
Reita : “whaa…Ruki punya pacar. Siapa memangnya ??”
Ruki : “Kanna……aku ada janji dengan Kanna…sudah ya…!!!!!!” Ruki tau teman-temannya itu pasti akan kebingungan dengan jawabannya. Tetapi toh mereka akan mengerti nanti.

Ruki sampai ditempat parkir kantor managermennya. Didapatinya Byou yang gugup mengelap air matanya dengan ponsel ditangannya.

Ruki : “Byou ???? kamu nangis ?? haha !!!!”
Byou : “apa-apaan kamu !!! aku nggak nangis !!”
Ruki : “tapii……?????????”
Byou : “tapi…ya tapi……ya aku…”
Ruki : “menangis…………”
Byou : “bukan !!! kelenjar air mataku bocor tau !!!”
Ruki : ”yasudah-yasudah, aku percaya. Memangnya kenapa sampai ‘kelenjar air matamu’ sampai rusak ???”
Byou : “lihat saja !!!” Byou menyerahkan ponselnya dengan membalikkan wajahnya kearah lain. Ruki terkikih dan mengambil ponsel Byou. Sebuah mail. Lagi-lagi dia terkejut. Mail itu dari Kanna.

Kanna’s mail : “Byou NiiSan dimana ??? kapan pulangnnya ???” Ruki tersenyum miris.
Ruki : “huft, seharusnya aku juga menangis Byou…”
Byou : “huh ??? memangnya kamu mau menangis depan adikmu sendiri ??? memalukan”
Ruki : “biarkan saja. Toh akupun mendapatkan pesan yang sama”
Byou : “????”

Ruki mendapatkan ponselnya dan menunjukan mail-mail yang dikirmkan Kanna padanya. Byou terdiam. Kini dia juga menyadari apa yang Ruki sadari sebelumnya. Dia sangat merindukan adik bungsunya itu.

Tak lama menunggu, mobil yang Yuh kendarai datang dari arah kejauhan dan menghampiri mereka. Tampak air wajah Yuh yang murung, terlihat jelas dengan air wajah Yuh yang biasanya riang dan ramah *dan seksi XDDD*. Mereka sudah menebak……

Ruki : “pesan dari Kanna ????” Yuh tampak memalingkan wajahnya dari jalanan dan memandang Ruki kaget. Kakaknya itu tau.
Yuh : “begitulah, sepertinya Kanna benar-benar sendiri”
Byou : “benar. Dia tak biasanya sebawel ini, dia pasti sangat ingin kita disampingnnya”
Ruki : “bagaimanapun juga ini salahku. Aku tak bisa mengatur waktu untuk kalian. Maafkan aku”
Byou : “bukan hanya salahmu, ini juga salahku. Jika aku lebih bisa menjaga lisanku, Kanna tak mungkin sehancur ini”
Yuh : “itu ada benarnya juga dan satu lagi aku juga harus disalahkan. Sebenarnya akhir-akhir ini aku sedikit ketus terhadap Kanna. Sebenarnya aku juga tak ingin bersikap seperti itu”

Ruki dan Byou terdiam. Mereka juga merasa hal seperti itu memang mereka lakukan pada Kanna. Keadaan kembali hening. Tak ada lagi yang bisa mereka bicarakan. Yang ada difikiran mereka hanyalah adik perempuan mereka.

===***===

Yuh mendaratkan kakinya pada rem saat mereka sudah sampai didepan rumah mereka. Memarkir sembarangan digarasi, mereka cepat turun dari mobil dan memasuki rumah. Mata mereka terpaku pada sofa yang terdapat diruang tamu mereka. Terdapat untaian rambut hitam yang panjang menggantung dilengan sofa yang berpusat dikepala seorang gadis yang tertidur disofa itu. serempak mereka mendekatinya perlahan.

Terdapat 3 buah gelas yang berisikan orange syrup yang mulai menguap suhunya. Sudah tak mendingin lagi. Ruki mendekati meja dan meraih salah satunya. Dia sedikit menguyup isinya. Sebuah bulir air mata memeleh dpipinya. Rasa kerinduan yang cukup kental terasa didalam syrup itu. Ruki mengambil 2 yang lain dan memberikannya pada kedua adiknya yang lain. Merasakan hal yang sama, Byou dan Yuh melelehkan air mata.

Byou : “ternyata kita memang benar-benar membuat anak ini menangis ya”
Yuh : “begitulah, sampai kita sendiripun menangis”
Ruki : “baiklah, jangan ganggu dia ya”

===***===

KKRRAAKKKK !!!! Byou tak sengaja mendorong meja rendah di ruang tamunya.

Ruki : “sstt………berisik, kamu mau membangunkannya ???”
Byou : “heh, maaf aku tak sengaja”
Yuh : “sst…sudah diam”

Byou membungkam mulutnya sendiri dan menahan nafasnya. Ruki menggelengkan kepalanya lemah. Yuhpun merasa terganggu karena suara yang dibuat secara tak sengaja oleh Byou oleh meja pendek itu. Kakinya terasa terusik dan dilihatnya Kanna yang berusaha mengumpulkan nyawanya untuk bangun.

Yuh : “tuhkan, Kanna bangun”
Byou : “eh…hmm………”
Ruki : “K- Kanna……terima kasih syrupnya yah…………” Ruki, Byou dan Yuh tampak berusaha membuat Kanna lebih nyaman dalam suasana sebelumnya. Dan sepertinya tak berhasil karena ekspresi Kanna yang benar-benar aneh. Tak biasanya. Wajahnya dipenuhi rasa kebingungan akan mereka. Merekapun kembali menghangatkan suasana. Akhir-akhir ini mereka memang sangat jarang untuk berkumpul bersama. Terutama bersama Kanna.

Kanna : “Ni…NiiSan ???”
Byou : “emmh……………im home !!!!”
Yuh : “salah harusnya We’re home !!!!! gitu”

Mereka semakin pank saat ekspresi Kanna tak sedikitpun berubah. Apa mereka benar-benar membuatnya kesepian hingga seperti ini ??? tapi semua terjawab sudah saat Kanna tersenyum dan memeluk mereka serempak. Ruki, Byou dan Yuh sedikit terkejut tetapi mereka menyambut hangat pelukan Kanna.

Kanna : “welcome home !!!!!!” Ruki merasakan pundaknya basah oleh sesuatu. Isakan demi isakan terdengan seiring dengan basah pundaknya. Kanna berulang kali mengatakan ‘welcome home’ ditengah isakannya yang terus menghalangnya. Ruki menatap Byou dan Yuh bergiliran. Tersenyum pada mereka.

Kini mereka berjanji tak lagi menelantarkan adik perempuan mereka.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Music Listening